Siang yang panas

 Siang yang panas 

Teman,pernahkah kamu mengalami hal ini, suatu ketika kamu berbuat sesuatu tapi apa yang kamu perbuat itu dinilai dengan uang, lalu ketika kamu meyakini apa yang telah kamu lakukan itu ada campur tangan orang lain, disatu sisi kamu telah berbuat tapi disisi lain apa yg telah kamu perbuat itu masih ada banyak yg dibantu oleh teman teman lain.  Nah disilah saya merasa tidak enak sekali, belum lagi dengan hal yang lain lain,  uang sudah ada digenggaman, lalu pekerjaan itu tidak aku kerjakan sendiri, saat ini bingung sungguh bingung aku teman. Aku bisa saja menjadi orang yang menutup mata dan telingaku tapi batin dan sanubariku yg paling dalam belum bisa tuk menerima semua ini. Karena prinsipku di dunia ini tidak segalanya harus dibayar dengan uang, ya meskipun uang itu sangat penting dan berharga untuk kelangsungan hidup tapi uang itu  bukan segalanya. Jika seandainya saya di suruh milih antara dikasi uang yang  banyak atau kerukunan dalam berteman, pasti saya pilih kerukunan dalam berteman, sekali lagi saya tegaskan uang bukan segalanya teman. Beda lagi ceritanya jika seandainya ngasi itu dengan ikhlas. 

Berbicara mengenai uang tidak akan ada habisnya teman, pasti semua punya cara tersendiri mengartikan uang itu. Siapa sih yang tidak suka dikasi uang. Ketika aku membantu dengan tulus aku tidak meminta imbalan sedikitpun tapi jika dikasi akupun tak akan nolak jika seandainya ngasi ikhlas aku doakan agar rejekinya berlimpah, aku orang yang kurang dan jauh dikatakan bisa atau mampu karena keterbatasanku dalam mengerjakan sesuatu, ya mungkin aku tak sepintar si A atau si G atau si C  aku hanyalah aku yg bekerja dengan semampuku dan melakukan hal sebisaku. Akupun tak ingin bermuka dua apalagi mencari muka dihadapan atasan. Ya sudahlah semua sudah berlalu semoga semua kesalahan dan dosa aku bisa termaafkan dan segala prilaku ku. 

Jauh melihat ke depan aku merasa menjadi orang yg paling tertinggal dan paling dibelakang baik dari kemampuan otak maupun yang lainnya, gaya berpakaian ku pun cukup sederhana  cukup agar aku nyaman dan pas aku akan pakek itu baju semua itu aku lakukan karena ya memang aku suka seadanya dan berpenampilan layaknya apa yang ada dipikiranku. Ketika ngobrol lebih dalam mungkin aku jauh kalau masalah ilmu pengetahuan, nah maka dari itu ketika ada yang  berbicara seperti itu mungkin aku akan menghindar sebentar karena aku sadar, aku tak sepintar mereka.

Comments

Popular posts from this blog

Mekeneh Pedidian

Terpesona