Maafkan Aku

 Maafkan Aku 

 

maafkan aku jika kali ini aku tidak mengenalimu 

mungkin karena status kita yang sudah berbeda 

kau bagaikan burung terbang tinggi selalu mengungguliku 

sedangkan diriku kini hanya sebagai pengayuh sepeda 


setiap malam ku berfikir akan hal ini 

hingga aku tak bisa tuk putuskan sendiri 

memang semua ini berasal dari hati 

tapi mataku tak bisa tuk memungkiri 


bila ku sudah tak bersamamu 

semoga kau bisa bahagia dengan hari harimu 

perjuanganku tak cukup tuk melewati saat ujian itu 

kelak suatu saat kuharap bisa kembali sekedar menyapamu 


harapanku sudah tipis bagaikan silet 

keinginanku sudah lentur bagaikan karet 

pikirankupun seperti orang yang kepepet 

tinggal menunggu waktu aku pasti akan gulung karpet 



wasalam .....

Comments

Popular posts from this blog

Mekeneh Pedidian

Terpesona