Menunggumu, Menungguku dan Menunggu Mereka
Menunggumu, Menungguku dan Menunggu Mereka
mulutku terdiam
tatapanku kosong
mataku seakan berlinang air mata
aku tak tahu apa yang harus aku lakukan
perasaanku semakin tak karuan
detakan jantung di dada semakin kencang
keringat mulai bercucuran
hingga aku mulai keluar masuk kamar
gelisah semakin tak menentu
ketika melihat teman yang sudah duluan
aku hanya bisa menatap dan penuh harap
hingga waktu yang belum ditentukan
detikan jarum jam pun terus melaju
aku tak bisa berbuat apa
aku hanya bisa berdoa dan berharap
doa yang setiap hari aku ucapkan
bahkan setiap kali ku hembuskan nafas
selalu ku ucapkan dalam hati yang terdalam
Comments
Post a Comment