penuh kepalsuan
Penuh Kepalsuan
senyummu ternyata tak seindah bunga lagi mekar
kata katamu juga tak semanis madu si kumbang
tatapan matamu tak bisa memohongi diriku
kemanapun kau alihkan ku tahu dalam hatimu penuh dengan kepalsuan
aku kira kamu tulus dan bersih, tapi tak bedanya kau dengan dia
kau yang selalu aku anggap sebagai panutanku kini sudah tak lagi
tumben ku dengar dan tumben juga ku tak hiraukan
aku bingung apalagi kamu
bekerjalah semampumu, jika seandainya itu belum terjadi maka usahamu belum kuat
aku tak mampu bila suatu saat nanti lampu lampu mulai padam dan suara burung tak berkicau lagi
entah apa yang terjadi, tapi satu hal yang pasti adalah perubahan
entah aku yang berubah atau kamu yang akan merubah dirimu sendiri
berbicara lantang sudah tak ada arti, diampun kadang tak memecahkan solusi
tapi satu kata yang penuh arti, diamku adalah suara hatiku
tak mudah didengar
tak ada yang dengar
tapi, jika ada yang tulus mengenal, akan selalu teringat dalam sanubari.
Comments
Post a Comment