mentari pagi

 Mentari pagi 


kemilau cahaya mu membuatku bergegas untuk  menyadari 

betapa kerasnya hari hari yang akan aku lalui 

kicauan suara burung seakan membakar semangatku 

tapi, disisi lain banyak bunga bunga yang layu hanya bisa kupandangi 


segenggam pupuk tak mampu aku berikan 

sepercik air pun susah untuk aku bawakan 

kini, aku hanya duduk diteras dan memandangi semua yang telah terjadi 

andai aku dulu tak melakukan hal itu, mungkin sekarang aku bisa memberikan perawatan tanaman


cerita dulu, aku tak ingin rumahku kotor, dengan kekuatan dan semampu ku berjalan secara perlahan

nasib apespun menghampiriku, kakiku yang semula tegar tiba tibe terpeleset 

oh  sungguh hal di luar pikiranku 

cuaca panas terik seakan membakar sekujur tubuh, aku mencoba menyeret tubuhku agar bisa ke tempat teduh 

hingga sampailah ku ditempat teduh

rasanya sakit hingga saat ini.

Comments

Popular posts from this blog

Mekeneh Pedidian

Terpesona